untuk DIA

Dia selalu buat aku tersenyum, dia yang pernah hadir walau hanya sejenak mampu membuat hati terasa nyaman ketika berada didekatnya…
Hari-hari terasa indah ketika bersamanya, satu-satunya alasan untuk menutup diri dari cinta yang lain karena kehadiranNya. Janjinya begitu indah didengar, bagaikan suara merdu yang menyelimuti kesunyian hati, setiap ucapanNya memberikan harapan bagiku untuk tetap bertahan tanpa memikirkan kesunyian hati yang sesungguhnya…
ketika hati mulai berdiri tegak dengan pondasi komitmen yang kuat untuk tetap bertahan meski tanpa status yang jelas, tiba-tiba pondasiNya mulai runtuh dengan kehadiran mereka…
hati ini sakit, tapi apa daya tidak ada alasan yang kuat menjadi orang yang tersakiti…
aku hanya bisa bersembunyi dari balik kebohongan senyuman yang tidak pernah lepas dari wajah ini, menjadi orang munafik akan perasaan yang sesungguhnya itulah aku…

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s