PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PENANGGULANGAN HIV/AIDS DI PROVINSI GORONTALO

Di daerah provinsi gorontalo, ada 44 orang penderita HIV/AIDS yang merupakan pendatang dari luar gorontalo, selasa (26/6/2012). Jumlahnya memang terbilang kecil tapi dalam penyebarannya itu merupakan ancaman besar bagi seluruh masyarakat gorontalo. Menanggapi masalah ini, wakil gubernur provinsi gorontalo, Drs. Idris Rahim, MM menghimbau kepada aparatnya untuk turun langsung ke lapangan melakukan sosialisasi pencegahan terutama di sekolah-sekolah.

Provinsi Gorontalo yang terkenal dengan nama Serambi Madinah dimana dalam kehidupan masyarakatnya masih sangat kental dengan norma-norma agama, sekarang ini memiliki PR besar yaitu dari sekian ribu penduduk yang ada di provinsi gorontalo terdapat 44 orang yang sudah positif terkena penyakit HIV/AIDS (KPA Nasional.2012) yang merupakan pendatang dari luar Gorontalo. Dalam hal pencegahan, pemerintah masih kurang dalam melakukan pencegahan karena dari kasus yang ada, penderita berasal dari luar daerah gorontalo ini berarti kalau pemerintah tidak SIAP dari awal untuk melakukan pencegahan.

Dalam melakukan pencegahan penyakit HIV/AIDS dari pihak dinas kesehatan dan KPA provinsi gorontalo melakukan kegiatan sosialisasi kesehatan kepada kelompok-kelompok tertentu (kalangan remaja dan PSK) dan pembagian kondom gratis. Dalam pandangan agama, kegiatan pencegahan melalui pembagian kondom gratis merupakan suatu pelanggaran karena “menghalalkan” seks bebas. Pembagian kondom gratis merupakan solusi yang tepat dalam pencegahan penyakit & bukan semata-mata dengan tujuan untuk menghalalkan seks bebas akan tetapi itu merupakan solusi terakhir dari pihak pengambil kebijakan dalam bidang kesehatan dan pada dasarnya itu dikembalikan lagi pada diri kita sendiri untuk bisa memanfaatkan solusi yang ada sesuai dengan prosedur yang sudah berlaku tanpa melakukan penyimpangan.

Dalam pengambilan kebijakan penanggulangan masalah penyakit HIV/AIDS sudah memiliki konsep yang baik akan tetapi masih kurang dalam pelaksanaannya. Hal ini dikarenakan tidak adanya dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak yang terkait terutama solusi untuk pembagian kondom serta masih kurangnya kegiatan sosialisasi pencegahan penyakit HIV/AIDS disemua kalangan masyarakat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s