Laporan Akhir PBL 1 : Desa Masuru, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.     Latar Belakang

Kesehatan merupakan investasi untuk mendukung pembangunan ekonomi serta memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Pembangunan kesehatan harus dipandang sebagai suatu investasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Kondisi pembangunan kesehatan secara umum dapat dilihat dari status kesehatan dan gizi masyarakat, yaitu angka kematian bayi, kematian ibu melahirkan, prevalensi gizi kurang dan umur angka harapan hidup.

Fasilitas pelayanan kesehatan dasar, yaitu Puskesmas yang diperkuat dengan Puskesmas Pembantu dan Puskesmas keliling, telah didirikan di hampir seluruh wilayah Indonesia. Saat ini, jumlah Puskesmas di seluruh Indonesia adalah 9.005 unit, Puskesmas Pembantu 22.002 unit dan Puskesmas keliling 6.132 unit. Meskipun fasilitas pelayanan kesehatan dasar tersebut terdapat di semua kecamatan, namun pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan masih menjadi kendala.

Dalam hal tenaga kesehatan, Indonesia mengalami kekurangan pada hampir semua jenis tenaga kesehatan yang diperlukan. Permasalahan besar tentang SDM adalah inefisiensi dan inefektivitas SDM dalam menanggulangi masalah kesehatan.  Dalam upaya pencapaian target Indonesia Sehat 2010, kita dituntut untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang terpadu, bermutu, merata, dan terjangkau. Titik berat pencapaian program kesehatan ini terletak pada upaya promotif, preventif, dan rehabilitatif.

Kegiatan PBL 1 di tujukan agar mengasah sikap dan kemampuan profesionalisme mahasiswa dalam menghadapi permasalahan dalam bidang kesehatan. Menganalisa informasi dan data yang diperoleh dari masyarakat dan instansi yang terkait, sehingga akan terlihat karakteristik yang sebenarnya dari masyarakat terutama yang berhubungan dengan kesehatan.

Dari gambaran ini, akan mempermudah kita dalam mendiagnosis masyarakat serta berupaya mencari solusi di dalam menghadapi masalah yang muncul melalui intervensi kesehatan dan pendekatan kepada masyarakat sehingga permasalahan kesehatan tersebut dapat dipecahkan bersama dengan menyatukan pendapat tentang bentuk penaganan yang akan di tetapkan.

Diharapkan dengan adanya kegiatan Pengalaman Belajar I (PBL I) dapat membantu menyelesaikan permasalahan kesehatan di Masyarakat Desa Masuru Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara dalam peningkatan derajat Kesehatan Masyarakat.

  1. B.     Maksud dan Tujuan PBL I
  2. 1.      Maksud PBL I

Adapun maksud dari kegiatan PBL I yaitu untuk menerapkan diagnosis kesehatan komunitas yang intinya mengenali, merumuskan, dan menyusun masalah kesehatan masyarakat. Mengembangkan program penaganan masalah kesehatan masyarakat yang bersifat promotif dan Preventif dan merupakan proses belajar untuk mendapatkan kemampuan profesionalisme yang merupakan kemampuan spesifik dan mutlak dimiliki oleh seorang tenaga dibidang kesehatan masyarakat.

Dengan kegiatan PBL I ini bermaksud untuk menyusun identifikasi masalah, menentukan prioritas Masalah Kesehatan dan Alternatif Pemecahannya dengan masyarakat, melakukan pendekatan masyarakat, serta bekerja dalam tim multidisipliner.

  1. 2.      Tujuan PBL I
    1. a.      Tujuan Umum

Secara Umum tujuan pelaksanaan PBL I adalah untuk meningkatkan pemahaman dan ketrampilan mahasiswa tentang Ilmu Kesehtan Masyarakat dan aplikasinya di tengah-tengah masyarakat mengingat adanya program pemerintah mengenai Indonesia Sehat 2010 untuk itu sebagi calon tenaga kesehatan masyarakat kami di tuntut untuk profesional dalam menjalankan tugas.

  1. b.      Tujuan Khusus

Adapun tujuan khusus dari kegiatan PBL I ini, mahasiswa diharapkan mampu:

  1. Mampu melakukan community diagnosis melalui kegiatan pengumpulan dan analisis data baik secara kuantitatif maupun kualitatif.
  2. Mampu mengenal struktur sosial dan budaya masyarakat.
  3. Mampu menganalisa permasalahan yang ada di masyarakat bersama-sama dengan anggota masyarakat.
  4. Mampu menganalisa situasi faktor penyebab masalah (root cause analysis) yang dituangkan dalam bentuk pohon masalah dan dirumuskan bersama dengan msyarakat.
  5. Melakukan penentuan prioritas masalah dan bersama-sama masyarakat dan instansi terkait membahas alternatif pemecahan masalah.
  6. Mampu membuat Plan of Action (POA) dari prioritas masalah yang telah dirumuskan bersama masyarakat. Memaparkan dan mempertanggung jawabkan hasil kegiatan.
  7. Membuat penyusunan laporan kegiatan yang telah dilakukan pada PBL I yang nantinya untuk melakukan implementasi program/intervensi pada PBL II.

 


BAB II

GAMBARAN UMUM LOKASI

  1. A.    Keadaan Geografis dan Demografis

1. Keadaan Geografis

Desa Masuru merupakan salah satu Desa di Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara. Desa Masuru mempunyai luas wilayah sekitar 8.000 M2 dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:

  1. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Dambalo
  2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Posso
  3. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Titidu
  4. Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Dambalo

Luas Desa  Masuru adalah 8.000 M2, yang terdiri dari 4 dusun dengan jumlah penduduk 675 jiwa, dengan laki – laki 339 jiwa dan perempuan 336 jiwa, yang terdiri dari 179 KK dengan rincian KK miskin berjumlah 79 KK, KK sangat miskin berjumlah 50 KK, KK mampu berjumlah 50 KK.

  1. a.      Kondisi Pendidikan dan Ekonomi

Masyarakat Desa Masuru pada umumnya di dominasi oleh penduduk berpendidikan hanya sampai tingkat SD, akan tetapi ada pula yang berpendidikan SMP, SMA, bahkan Perguruan Tinggi. Dengan latar belakang pendidikan tersebut, sehingga sebagian besar penduduk desa ini berprofesi sebagai Petani, Petani Penggarap, dan beberapa diantaranya adalah Nelayan, Penambang dan Pedagang.

  1. b.      Potensi Ekonomi

Umumnya penduduk Desa Masuru bekerja sebagai Petani dengan penghasilan yang bergantung pada hasil pekerjaannya. Pendapatan rata-rata yang diperoleh tiap bulannya hanya berkisar antara Rp. 300.000 sampai Rp. 500.000/bln. Dengan penghasilan seperti itu belum memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari karena biaya pengeluaran mereka sehari-hari lebih besar dibandingkan dengan biaya pemasukan.

  1. c.       Keadaan Sosial, Agama, Politik, Ekonomi dan Budaya Desa

Penduduk Desa Masuru yang tersebar di Empat Dusun yaitu Dusun Bonthula, Dusun Blok M, Dusun Niola, dan Dusun Tangi selalu hidup berdampingan secara damai. Setiap masalah-masalah yang timbul selalu diatasi dengan musyawarah dalam mencari solusi yang terbaik. Masyarakat desa Masuru juga memiliki kemauan untuk maju seperti penggalakan untuk bersekolah yang selalu disampaikan oleh pemerintah setempat.

Penduduk Desa Masuru 100% beragama Islam. Penduduk Desa Masuru sebagian besar masyarakat ada yang sudah hidup berkecukupan dan sebagian lagi masih hidup dibawah garis kemiskinan. Di tinjau dari aspek budaya di Desa Masuru sangat kental dan berpegang teguh pada adat istiadat. Hal ini di buktikan dengan undangan hajatan yang masih lengkap dengan adat istiadatnya, adat pernikahan yang masih kental dengan hidup gotong royang dalam mensukseskan hajatan pernikahan, serta perayaan-peyaan hari-hari besar Islam yang masih berpegang teguh pada adat istiadatnya.

Wilayah Desa Masuru adalah dataran tinggi sebagian besar wilayahnya adalah merupakan areal perkebunan dengan penduduknya mayoritas Petani telah menyumbangkan kontribusi terhadap peningkatan taraf ekonomi berupa hasil pertanian yang sangat memadai kebutuhan masyarakat setempat.

Lahan yang ada di Desa Masuru cukup luas dan dimanfaatkan oleh masyarakat dalam bidang pertanian. Hal ini cukup membuktikan bahwa sebagian besar masyarakat Desa Masuru pekerjaannya adalah sebagai Petani disamping itu ada juga masyarakat yang bekerja sebagai Wiraswasta, Tukang Kayu, Nalayan, PNS, Sopir dan Penambang.

  1. 2.      Keadaan Demografis

Sesuai dengan data sekunder bulan Mei 2011 diperoleh bahwa Desa Masuru mempunyai jumlah penduduk 750 jiwa dengan jumlah penduduk laki-laki 375 jiwa dan perempuan sebanyak 375 jiwa. Jumlah Kepala keluarga sebanyak 200 KK. Desa Masuru mempunyai Empat dusun yaitu Dusun Blok M, Bonthula, Tangi, dan Niola.

  1. B.     Status Kesehatan

Berdasarkan Hasil yang diperoleh dari masyarakat (data primer) didapatkan bahwa dari keempat faktor yang mempengaruhi status kesehatan masyarakat, yang paling berpengaruh adalah faktor perilaku (kesadaran masyarakat berperilaku hidup sehat untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal yang telah dicanagkan olah pemerintah).

  1. 1.       Lingkungan

Berdasarkan hasil survei dari PBL 1, keadaan lingkungan di Desa Masuru masih kurang baik, hal ini di akibatkan karena banyaknya sampah yang berserakan di sungai yang berada  disekitar pemukiman warga. Selain itu juga masih banyak masyarakat yang membuang air besar disembarang tempat seperti di sungai, kebun, dan semak-semak  yang dapat mengakibatkan pencemaran terhadap lingkungan sekitar. Dari hasil wawancara dengan masyarakat, keadaan lingkungan sekitar yang masih kurang baik dikarenakan kurangnya fasilitas penunjang kesehatan seperti Jamban, Tempat Sampah, dan SPAL sehingga masyarakat masih masih kurang sadar akan pentingnya kesehatan lingkungan.

Berdasarkan uraian diatas menunjukan bahwa masih kurangnya kepedulian masyarakat Desa Masuru terhadap kesehatan Lingkungan serta kesadaran akan pentingnya hidup sehat.

  1. 2.      Perilaku

Perilaku adalah respon individu terhadap suatu stimulus atau suatu tindakan yang dapat diamati dan mempunyai frekuensi spesifik, durasi dan tujuan baik disadari maupun tidak. Perilaku merupakan kumpulan berbagai faktor yang saling berinteraksi. Sering tidak disadari bahwa interaksi tersebut amat kompleks sehingga kadang-kadang kita tidak sempat memikirkan penyebab seseorang menerapkan perilaku tertentu. Karena itu amat penting untuk dapat menelaah alasan dibalik perilaku individu, sebelum ia mampu mengubah perilaku tersebut.

Untuk mengetahui status kesehatan seseorang, pertama adalah merubah perilaku orang tersebut seperti di Desa Masuru masih banyak perilaku penduduk baik disadari maupun tidak disadari mempengaruhi status kesehatan mereka. Perilaku tersebut dapat dibedakan menjadi dua yaitu perilaku positif dan perilaku negatif.

  1. a.      Perilaku Positif ( Positive Behavior)

Dari hasil survei ditemukan bahwa perilaku positif dilapangan yaitu sebagian besar Pasangan Usia Subur (PUS) sudah mengikuti program Keluarga Berencana (KB). Alasan masyarakat mengikuti program KB yaitu dapat menghambat kelahiran anak sehingga mereka lebih mudah untuk melakukan aktifitas sehari-hari. Hal ini sangat mendukung  agar terciptanya keluarga kecil yang bahagia & sejahtera. Meskipun dari hasil survei yang kami dapatkan masih ada Pasangan Usia Subur yang tidak mengikuti program KB karena masih ingin punya anak.

Selain itu dari hasil survei yang diperoleh, sebagian besar ibu yang memiliki anak balita yang terdapat di 4 dusun yang ada didesa masuru  membawa anaknya ke posyandu untuk di imunisasi, dengan anggapan bahwa imunisasi dapat meningkatkan kekebalan sistem imun anak sehingga tidak rentan terhadap penyakit. Disamping itu, masih ada ibu yang tidak membawa anaknya ke posyandu dengan alasan tidak ada kesempatan untuk membawa anak ke posyandu

  1. b.      Perilaku Negatif ( Negative Behavior)

Selain perilaku-perilaku positif, ditemukan juga perilaku yang tidak sesuai dengan prinsip hidup sehat, yaitu sebagian besar masyarakat desa masuru masih Buang Air Besar (BAB) di sembarang tempat seperti disungai, semak-semak dan WC Umum. Selain itu kebiasaan membuang sampah serta kebiasaan membuang air limbah yang hanya dibuang di sekitar rumah atau dialirkan disungai juga dapat merusak kesehatan lingkungan. Perilaku negatif tersebut diakibatkan karena tidak adanya fasilitas penunjang kesehatan seperti kurangnya Jamban, Tempat Sampah, serta Saluran Pembuangan Air Limbah.

Sumber air minum di desa masuru yaitu masyarakat mengambil air minum di Sumur, Sungai, dan mata air. Kualitas Fisik dari air tersebut belum memenuhi syarat terutama dari segi bau, warna dan rasa. Selain itu, air minum yang diambil dari sungai belum memenuhi syarat karena dekat dengan tempat Pembuangan Sampah dan Tempat BAB masyarakat pada umumnya.

  1. 1.      Pelayanan Kesehatan

Adapun faktor yang paling berpengaruh pada pelayanan kesehatan tidak lain adalah adanya sarana dan prasarana yang menjadi penunjang untuk meningkatkan status derajat kesehatan yang optimal, akan tetapi kenyataan yang ditemukan di lokasi sarana dan prasarana kesehatan belum difasilitasi oleh pemerintah setempat terbukti dengan adanya wawancara langsung dengan masyarakat yang ada di desa masuru pertolongan pertama untuk masyarakat yang sakit kebanyakan masih mengobati sendiri dikarenakan masyarakat sulit menjangkau tempat pelayanan kesehatan (Puskesmas).

Namun ibu yang mempunyai balita sudah memanfaatkan jasa-jasa pelayanan kesehatan berupa imunisasi, penimbangan anak dan pemberian makanan tambahan yang biasanya di pusatkan di Kantor  Desa Masuru Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara.

  1. c.       Sosial Budaya Masyarakat

Faktor sosial budaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan. Yang termaksud sosial budaya antara lain kepercayaan, adat istiadat, tradisi, dan lain-lain. Di Desa Masuru penduduknya mayoritas beragama islam sehingga kepercayaan, tradisi, dan adat istiadat yang ada dalam masyarakat diwarnai dengan nuansa keislaman. Untuk mata pencaharian penduduk Desa Masuru sebagian besar bermata pencaharian sebagai Petani disamping itu ada juga masyarakat yang bekerja sebagai Wiraswasta, Tukang Kayu, Nalayan, PNS, Sopir dan Penambang.

Sarana Pendidikan yang ada di Desa Masuru belum memadai dimana terdapat satu sekolah dasar (SD) yang terdapat di Dusun Blok M belum terlalu di fungsikan. Pada umumnya masyarakat Desa Masuru menamatkan pendidikannya di sekolah dasar.

Hal ini dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan.

Dilihat dari status sosial budaya masyarakat yang berada di Desa Masuru sudah sebahagian besar menjunjung tinggi nilai antropologi medis, hal ini dibuktikan dalam hal pemberian obat pada pertolongan pertama, sebahagian besar masyarakat sudah menggunakan obat modern dibandingkan dengan obat tradisional dan juga kebanyakan masyarakat mengajak anak mereka di posyandu untuk di imunisasi.

BAB III

HASIL PENDATAAN

 DAN

PEMBAHASAN PELAKSANAAN KEGIATAN

 

                                                                                                                                 

  1. A.    HASIL PENDATAAN

Berdasarkan hasil pendataan Kelompok XVII Desa Masuru, jumlah kepala keluarga yang berhasil kami wawancarai dan di data sebanyak 316 Kepala Keluarga dengan rincian sebagai berikut:

  1. Dusun Blok M sebanyak  69 Kepala Keluarga
  2. Dusun Bondula sebanyak 34 Kepala Keluarga
  3. Dusun Tangi sebanyak 36 Kepala Keluarga
  4. Dusun Niola sebanyak 40 Kepala Keluarga

Berikut tabel distribusi dan analisis data berdasarkan data yang di peroleh :

Tabel 3.1

Ditribusi Jumlah Rumah Tangga dan Jumlah Kepala Keluarga

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Rumah Tangga / Kepala Keluarga

Dusun

Jumlah

Blok M

Bonthula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

RT

45

35,8

26

20,6

25

19,8

30

23,8

126

100

KK

69

38,6

34

19

36

20,1

40

22,3

179

100

Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

Berdasarkan Tabel 3.1, dapat di lihat bahwa jumlah RT di desa masuru yaitu 126 RT dengan jumlah RT terbanyak yaitu di dusun Blok M yaitu 45 (35,8%) RT dan jumlah RT yang paling sedikit yaitu di dusun Tangi 25 (19,8%) RT. Jumlah KK di desa Masuru yaitu 179 KK dengan jumlah KK terbanyak yaitu di Dusun Blok M yaitu 69 (38,6%) KK dan yang paling sedikit yaitu di Dusun Bonthula yaitu 34 (19%) KK.

 


Tabel 3.2

Ditribusi Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Jenis Kelamin

Dusun

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

Laki – laki

123

49.00

63

52.07

70

50.36

83

50.61

339

50.22

Perempuan

128

51.00

58

47.93

69

49.64

81

49.39

336

49.78

Jumlah

251

100

121

100

139

100

164

100

675

100

 Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

Berdasarakan Tabel 3.2, menunjukkan bahwa jumlah penduduk yang ada di Desa Masuru adalah 675 jiwa yang terdiri dari laki-laki sebanyak 339 (50,22%) jiwa dan perempuan sebanyak 336 (49,78%) jiwa dengan jumlah penduduk terbanyak yaitu ada di Dusun Blok M dengan jumlah penduduk 251 jiwa yang terdiri dari laki-laki sebanyak 123 (49%) jiwa dan perempuan 128 (51%) jiwa sedangkan jumlah penduduk yang paling sedikit yaitu ada di Dusun Bonthula dengan jumlah penduduk 121 jiwa yang terdiri dari laki-laki 63 (52,07%) jiwa dan perempuan 58 (47,93%) jiwa.

Tabel 3.3

Ditribusi Penduduk Menurut Umur

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

UMUR (tahun)

Dusun

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

<1

5

1.99

0

0

3

2.16

2

1.22

10

1.48

1-4

25

9.96

10

8.26

13

9.35

14

8.54

62

9.19

5-9

21

8.37

19

15.70

12

8.63

15

9.15

67

9.93

10-14

24

9.56

10

8.26

19

13.67

19

11.59

72

10.67

15-19

32

12.75

14

11.57

15

10.79

18

10.98

79

11.70

20-24

23

9.16

10

8.26

12

8.63

20

12.20

65

9.63

25-29

25

9.96

11

9.09

10

7.19

13

7.93

59

8.74

30-34

16

6.37

8

6.61

14

10.07

8

4.88

46

6.81

35-39

14

5.58

12

9.92

12

8.63

7

4.27

45

6.67

40-44

15

5.98

7

5.79

3

2.16

7

4.27

32

4.74

45-49

17

6.77

7

5.79

7

5.04

17

10.37

48

7.11

50-54

13

5.18

3

2.48

5

3.60

5

3.05

26

3.85

55-59

8

3.19

1

0.83

3

2.16

5

3.05

17

2.52

>59

13

5.18

9

7.44

11

7.91

14

8.54

47

6.96

Jumlah

251

100

121

100

139

100

164

100

675

100

Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012                                                                                                         

Berdasarkan Tabel 3.3, menujukan bahwa jumlah penduduk menurut umur di desa Masuru berjumlah 675 jiwa, terbagi atas umur < 1 tahun berjumlah 10 (1,48 %) jiwa, umur 1–4 tahun berjumlah 62 ( 9,19%) jiwa, umur 5-9 tahun berjumlah 67 ( 9,93%) jiwa, umur 10-14 tahun berjumlah 72 (10,67%) jiwa, umur 15-19 tahun berjumlah 79 (11,70) jiwa, umur 20-24 tahun berjumlah 65 (9,63%) jiwa umur 25–29 tahun berjumlah 59 (8,74%) jiwa, umur 30-34 tahun berjumlah 46 (6,81%) jiwa, umur 35-39 tahun berjumlah 45 (6,67%) jiwa, umur 40-44 berjumlah 32 (4,74%), umur 45-49 berjumlah 48 (7,11%) jiwa, 50-54 berjumlah 26 (3,85%) jiwa, 55-59 tahun berjumlah 17 (2,52%) jiwa, dan >59 tahun 47 (6,96%) jiwa.

Tabel 3.4

Ditribusi Penduduk Menurut Pekerjaan

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

 

Pekerjaan

Dusun

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

Petani

48

19.12

25

20.66

24

17.27

45

27.44

142

21.04

Petani Penggarap

5

1.99

1

0.83

0

0

5

3.05

11

1.63

Pedagang/Penjual

4

1.59

0

0

2

1.44

5

3.05

11

1.63

Buruh Harian

4

1.59

0

0

2

1.44

6

3.66

12

1.78

PNS/TNI/POLRI

0

0

0

0

0

0

1

0.61

1

0.15

Pegawai Swasta

1

0.40

1

0.83

2

1.44

0

0

4

0.59

Tukang Bentor

1

0.40

0

0

3

2.16

0

0

4

0.59

Penambang

3

1.20

4

3.31

4

2.88

0

0

11

1.63

Honor

2

0.80

0

0

0

0

0

0

2

0.30

Tukang Kayu

2

0.80

0

0

0

0

1

0.61

3

0.44

Nelayan

1

0.40

0

0

4

2.88

0

0

5

0.74

Wiraswasta

4

1.59

9

7.44

5

3.60

5

3.05

23

3.41

IRT

60

23.90

31

25.62

32

23.02

34

20.73

157

23.26

Tidak Bekerja

18

7.17

2

1.65

5

3.60

10

6.10

35

5.19

Belum Bekerja

98

39.04

48

39.67

56

40.29

52

31.71

254

37.63

Jumlah

251

100

121

100

139

100

164

100

675

100

Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

 

Berdasarkan tabel diatas dari  675 jiwa masyarakat di desa Masuru terbagi atas berbagai  jenis pekerjaan, dimana 142 (21,04%) jiwa bekerja sebagai petani, 11 (1,63%) jiwa bekerja sebagai petani penggarap, 11 (1,63%) jiwa bekerja sebagai pedagang, 12 (1,78%)  jiwa bekerja sebagai  buruh harian, 1 (0,15%) jiwa bekerja sebagai PNS/TNI/POLRI,  4 (0,59%) jiwa bekerja sebagai pegewai swasta, 4 (0,59%) jiwa bekerja sebagai tukang bentor, 11 (1,63 %) jiwa bekerja sebagai penambang, 2 (0,30%) jiwa bekerja sebagai honorer, 3 (0,44%) jiwa bekerja sebagai tukang kayu, 5 (0,74%)  jiwa bekerja sebagai  nelayan, 23 (3,41%)  jiwa bekerja sebagai wiraswasta, 157 (23,26%) jiwa sebagai IRT,  35 (5,19%) jiwa tidak bekerja dan 254 (37,63%) jiwa belum bekerja.

 


Tabel 3.5

Ditribusi Penduduk Menurut Pendidikan Terakhir

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Pendidikan

Dusun

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

Tidak Pernah Sekolah

7

2.79

2

1.65

9

6.47

12

7.32

30

4.44

Tidak Tamat SD/MI

74

29.48

15

12.40

32

23.02

39

23.78

160

23.70

Tamat SD/MI

113

45.02

78

64.46

58

41.73

85

51.83

334

49.48

SMP/MTS/Sederajat

13

5.18

9

7.44

8

5.76

5

3.05

35

5.19

SMA/MA/Sederajat

6

15.79

2

1.65

6

4.32

2

1.22

16

2.37

Perguruan Tinggi

0

0

0

0

5

3.60

0

0

5

 0.74

Belum Sekolah

38

15.14

15

12.40

21

15.11

21

12.80

95

14.07

Jumlah

251

100

121

100

139

100

164

100

675

100

 Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

Berdasarkan Tabel 3.5, dari 675 jiwa masyarakat di desa Masuru terbagi berdasarakan pendidikan terakhir dimana ada 30 (4,44%) jiwa tidak penah sekolah, 160 (23,70%) jiwa tidak tamat SD, 334 (49,48%) jiwa Tamat SD/ MI, 35 (5,19%) jiwa SMP/MTS, 16 (2,37%) jiwa  SMA/MA, 5 (0,74%) jiwa Perguruan Tinggi, 95 (14,07%) belum sekolah.


Tabel 3.6

Ditribusi Rumah Tangga Berdasarkan Status Rumah

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Status Rumah

Dusun

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

Rumah sendiri

38

84,4

23

88,5

22

88

28

93,3

111

88,1

R.Orang lain

0

0

1

3,8

1

4

0

0

2

1,6

Rumah ortu

7

15,6

2

7,7

2

8

2

6,7

13

10,3

Jumlah

45

100

26

100

25

100

30

100

126

100

  Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

Berdasarakan  Tabel 3.6, menunjukkan bahwa dari 126 RT, terdapat  111 (88,1%)  RT yang memilki rumah sendiri, 2 (1,6%)  RT tinggal di rumah orang lain, dan 13 (10,3%) RT tinggal di rumah orang tua.

 

 

Tabel 3.7

Ditribusi Rumah Tangga Berdasarkan Jenis Rumah Yang Dimiliki

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Jenis Rumah

Dusun

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

Permanen

11

24,4

8

30,8

7

28

4

13,3

30

23,8

Semi Permanen

34

75,6

18

69,2

18

72

26

86,7

96

76,2

Jumlah

45

100

26

100

25

100

30

100

126

100

Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

Berdasarkan Tabel 3.7, menunjukkan bahwa dari 126 RT yang ada di desa masuru, jumlah kepala keluarga yang menempati rumah dengan jenis rumah permanen yaitu 30 ( 23,8%) RT, dan jenis rumah semi permanen yaitu 96 (76,2%) RT.


Tabel 3.8

Ditribusi Rumah Tangga Berdasarkan Jenis Lantai

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Jenis Lantai

DUSUN

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

semen

43

95,6

26

100

21

84

26

86,7

116

92,1

tanah

1

2,2

0

0

3

12

0

0

4

3,2

kayu

1

2,2

0

0

1

4

3

10

5

3,9

Mesel

0

0

0

0

0

0

1

3,3

1

0,8

Jumlah

45

100

26

100

25

100

30

100

126

100

   Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

Berdasarkan Tabel 3.8, menujukkan bahwa dari 126 RT jumlah pengguna jenis lantai semen di desa Masuru yang paling tinggi yaitu  sebanyak 116 (92,1%) RT. Pengguna tanah sebanyak 4 (3,2%) RT, pengguna kayu 5 (3,9%) RT dan lainnya (mesel) sebanyak 1 (0,8%) RT.


Tabel 3.9

Ditribusi Rumah Tangga Berdasarkan Jenis Dinding

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Jenis Dinding

DUSUN

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

Batu

11

24,4

9

34,6

6

24

5

16,7

31

24,6

Kayu

3

6,7

7

26,9

2

8

5

16,7

17

13,5

Bambu

31

68,9

10

38,5

17

68

20

66,6

78

61,9

Jumlah

45

100

26

100

25

100

30

100

126

100

 Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

Berdasarkan 3.9, menunjukkan bahwa jumlah jenis dinding rumah dengan menggunakan batu berjumlah 31 (24,6%) rumah, menggunakan kayu berjumlah 17 (13,5%) rumah, menggunakan bambu berjumlah 78 (61,9%) rumah.

 

Tabel 3.10

Ditribusi Rumah Tangga Berdasarkan Jenis Atap

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Jenis Atap

Dusun

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

Seng

42

93,3

24

92,3

21

84

23

76,7

110

87,3

Rumbia

3

6,7

2

7,7

4

16

6

20

15

11,9

Genteng

0

0

0

0

0

0

1

3,3

1

0.8

Jumlah

45

100

26

100

25

100

30

100

126

100

Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

Berdasarkan table diatas jumlah jenis atap yang paling banyak digunakan oleh warga desa Masuru adalah seng sebanyak 110 (87,3%), rumbia sebanyak 15 (11,9%), dan genteng 1 (0,8%).


 

Tabel 3.11

Ditribusi Rumah Tangga Berdasarkan Ada Tidaknya Aliran Listrik PLN

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Aliran Listrik

DUSUN

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

Ada

33

73,3

9

34,6

16

64

20

66,7

78

61,9

Tidak ada

12

26,7

17

65,4

9

36

10

33,3

48

38,1

Jumlah

45

100

26

100

25

100

30

100 126

100

Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

Berdasarkan tabel diatas, jumlah Rumah Tangga berdasarkan ada tidaknya aliran listrik PLN di desa Masuru berjumlah 126 rumah, dimana yang ada aliran listrik PLN berjumlah 78 (61,9%). Sisanya berjumlah 48 (38,1%) rumah tidak ada aliran listrik PLN.

 

 


 

Tabel 3.12

Ditribusi Rumah Tangga Berdasarkan Kamarisasi

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Kamarisasi

Dusun

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

Ada

44

97,8

26

100

25

100

29

96,7

124

98,4

Tidak Ada

1

2,2

0

0

0

0

1

3,3

2

1,6

Jumlah

45

100

26

100

25

100

30

100

126

100

   Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

Berdasarkan tabel diatas jumlah Rumah Tangga berdasarkan ada tidaknya kamarisasi di desa Masuru adalah 126 rumah, dimana 124 (98,4%) rumah memiliki kamarisasi dan sisanya yang berjumlah 2 (1,6%) rumah tidak memiliki kamarisasi.


 

Tabel 3.13

Ditribusi Rumah Tangga Berdasarkan Kepemilikan Ventilasi

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Ventilasi

Dusun

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

Ada

38

84,4

22

84,6

22

88

22

73,3

104

82,5

Tidak Ada

7

15,6

4

15,4

3

12

8

26,7

22

17,5

Jumlah

45

100

26

100

25

100

30

100

126

100

 Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

Berdasarkan table diatas menunjukkan bahwa jumlah Rumah Tangga yang memiliki ventilasi sebanyak 104 (82,5%) rumah, sedangkan rumah yang tidak memiliki ventilasi sebanyak 22 (17,5%)rumah.

 

 

 

 

 

 

 


 

Tabel 3.14

Ditribusi Rumah Tangga Berdasarkan Kepemilikan Pekarangan

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Kepemilikan Pekarangan

DUSUN

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

N

%

n

%

n

%

Ada

40

88,9

25

96,2

23

92

26

86,7

114

90,5

Tidak Ada

5

11,1

1

3,8

2

8

4

13,3

12

9,5

Jumlah

45

100

26

100

25

100

30

100

126

100

    Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

 

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa jumlah Rumah Tangga berdasarkan ada tidaknya kepemilikan pekarangan adalah 126 rumah, dimana 114 (90,5%) rumah memiliki pekarangan, dan 12 (9,5%) rumah tidak memiliki pekarangan.

Tabel 3.15

Ditribusi Rumah Tangga Berdasarkan Kepemilikan Jamban

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Kepemilikan Jamban

Dusun

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

Ada

0

0

0

0

1

4

1

3,3

2

1,6

Tidak ada

45

100

26

100

24

96

29

96,7

124

98,4

Jumlah

45

100

26

100

25

100

30

100

126

100

   Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

Berdasarkan tabel diatas, jumlah Rumah Tangga berdasarkan ada tidaknya kepemilikan jamban adalah 126 rumah, dimana 2 (1,6%) rumah memiliki jamban dan 124 (98,4%) rumah tidak memiliki jamban.


Tabel 3.17

Ditribusi Rumah Tangga Berdasarkan Jenis Jamban

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Jenis Jamban

Dusun

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

Leher Angsa

0

0

0

0

1

100

1

100

2

100

Jumlah

0

0

0

0

1

0

1

100

2

100

          Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

Berdasarkan Tabel 3.17, menunjukkan bahwa jumlah Rumah Tangga berdasarkan jenis jamban yang digunakan oleh masyarakat desa Masuru adalah 1 jenis jamban, dimana jenis jamban yang digunakan adalah leher angsa berjumlah 2 rumah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Tabel 3.18

Ditribusi Rumah Tangga Yang Tidak Memiliki Jamban

Berdasarkan Tempat Buang Air Besar

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Tempat BAB

Dusun

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

N

%

n

%

Sungai/got/pantai

39

86,7

26

100

19

79,2

25

86,2

109

87,9

Semak2/tempat terbuka

1

2,2

0

0

5

20,8

4

13,8

10

8,1

WC umum

5

11,1

0

0

0

0

0

0

5

4

Jumlah

45

100

26

100

24

100

30

100

124

100

Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

Berdasarkan tabel 3.18, dapat dilihat bahwa masyarakat desa Masuru paling banyak buang air besar di sungai/got/pantai sebayak 109 (87,9%), semak – semak/tempat terbuka sebanyak 10 (8,1%), dan WC umum sebanyak 5 (4%).

Tabel 3.19

Ditribusi Rumah Tangga  Berdasarkan Tempat Membuang Air Limbah

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Tempat Pembuangan Air Limbah

Dusun

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

Penampungan/peresapan

1

2,22

1

3,84

2

8

0

0

4

3,2

Got

6

13,33

5

19,23

5

20

5

16,7

21

16,7

Sawah/kebun

4

8,9

0

0

2

8

4

13,3

10

7,9

Sungai/pantai

29

64,44

18

69,23

8

32

13

43,3

68

53,9

Sekitar rumah

5

11,11

2

7,69

8

32

8

26,7

23

18,3

Jumlah

45

100

26

100

25

100

30

100

126

100

Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

Berdasarakan Tabel 3.19 menunjukkan bahwa jumlah Rumah Tangga berdasarkan tempat pembuangan air limbah yang menggunakan penampungan / peresapan adalah 4(3,2%) rumah, yang menggunakan got berjumlah 21 (16.7%) rumah, yang dibuang ke sawah/kebun sebanyak 10 (7,9%) rumah, yang membuang air limbah di sungai/pantai berjumlah 68 (53,9%) rumah, dan yang membuang air limbah di sekitar rumah berjumlah 23 (18,3%) rumah.

 


 

Tabel 3.20

Ditribusi RT Berdasarkan Kepemilikan Tempat Pembuangan Sampah

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Kepemilikan TPS

DUSUN

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

Ada

1

2,2

2

7,7

0

0

7

23,3

10

7,9

Tidak ada

44

97,8

24

92,3

25

100

23

76,7

116

92,1

Jumlah

45

100

26

100

25

100

30

100

126

100

Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

Berdasarkan Tabel 3.20, dapat dilihat bahwa rumah yang memiliki tempat pembuangan sampah di Desa Masuru sebanyak 10 (7,9%), sedangkan yang tidak memiliki tempat pembuangan sampah sebanyak 116 (92,1%).

Tabel 3.21

Ditribusi Rumah Tangga Berdasarkan Sumber Air Minum Keluarga

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Sumber air minum

Dusun

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

Empang/sungai/waduk

24

53,3

18

69,23

6

24

1

3,33

49

38,9

Sumur permanen

17

37,9

3

11,54

13

52

24

80

57

45,2

Sumur tidak permanen

2

4,4

0

0

4

16

3

10

9

7,1

Mata air

1

2,2

5

19,23

0

0

1

3,33

7

5,6

Aqua isi ulang

1

2,2

0

0

2

8

1

3,33

4

3,2

Jumlah

45

100

26

100

25

100

30

100

126

100

Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

Tabel 3.21 menunjukkan bahwa jumlah Rumah Tangga berdasarkan sumber air minum keluarga di desa Masuru yang berasal dari empang/sungai/waduk adalah 49 (38,9%) rumah, sumur permanen berjumlah 57 (45,2%) rumah, yang menggunakan sumur tidak permanen berjumlah 9 (7,1%) rumah, yang berasal dari mata air berjumlah 7 (5,6%) rumah, dan yang menggunakan aqua isi ulang berjumlah 4 (3,2%) rumah.

 

 


 

Tabel 3.22

Ditribusi Rumah Tangga Berdasarkan Kualitas Fisik Air Minum

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

 Kualitas Fisik Air Minum

Dusun

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

Memenuhi syarat

6

13,3

3

11,5

5

20

3

10

17

13,5

Tidak memenuhi syarat

39

86,7

23

88,5

20

80

27

90

109

86,5

Jumlah

45

100

26

100

25

100

30

100

126

100

Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

Berdasarkan tabel 3.22 menunjukkan bahwa kualitas fisik air minum di desa Masuru paling banyak tidak  memenuhi syarat yaitu berjumlah 109 (86,5%) rumah , sedangkn yang  memenuhi syarat adalah 17 (13,5%) rumah.

 

Tabel 3.23

Ditribusi Rumah Tangga Berdasarkan Jarak Sumber Air Minum WC

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Jarak Sumber Air Minum & WC

DUSUN

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

≥10 Meter

22

48,9

11

42,3

18

72

23

76,7

74

58,7

< 10 Meter

23

51,1

15

57,7

7

28

7

23,3

52

41,3

Jumlah

45

100

26

100

25

100

30

100

126

100

Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

 

Berdasarkan tabel 3.23 menunjukan distribusi jarak sumber air minum dengan wc pada dusun Blok M  ≥10 meter  yaitu 74 (58,7%) dan jarak < 10 meter yaitu 52 rumah (41,3%). Pada dusun Bonthula jarak sumber air minum yang ≥10 meter yaitu 11 (42,3%) dan jarak sumber air minum  yang < 10 meter yaitu 15 (57,7%). Pada dusun Tangi jarak sumber air minum yang  ≥10 meter yaitu  18 (72%) dan yang jarak < 10 meter yaitu 7 (28%). Dan pada dusun Niola jarak sumber air minum yang  ≥10 meter yaitu 23 (76,7%) dan yang jarak < 10 meter yaitu 7 RT (23,3%).

 

 

Tabel 3.24

Ditribusi KK Berdasarkan Frekuensi Makan Dalam Sehari

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Frekuensi Makan Dalam Sehari

Dusun

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

1-2 kali

7

10.14

3

8.82

8

22.22

2

5

20

11.17

3-4 kali

62

89.86

31

91.18

28

77.78

38

95

159

88.83

Jumlah

69

100

34

100

36

100

40

100

179

100

Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

Dari tabel 3.24 dapat di simpulkan bahwa  frekuensi makan masyarakat desa Masuru berdasarkan frekuensi makan 1-2 kali pada dusun Blok M yaitu 7 ( 10.14%), dan 3-4 kali makan yaitu 62 (89.86%). Pada dusun Bontula dengan frekuensi 1-2 kali yaitu 3 (8.82%) dan dengan frekuensi makan 3-4 kali yaitu 31  (91.18%). Pada dusun Tangi dengan frekuensi makan 1-2 kali 8 (22.22%) dan dengan frekuensi makan 3-4 kali yaitu 28 (77.78). Pada dusun Niola  frekuensi makan 1-2 kali yaitu 2 (5%) dan frekuensi makan 3-4 kali yaitu 38 (95%).

 

 

 

 

 


 

Tabel 3.25

Ditribusi Kepala Keluarga

Berdasarkan Jenis Makanan Pokok Yang Paling Sering Dikonsumsi

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Jenis makanan pokok yang sering dikonsumsi

DUSUN

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

N

%

n

%

n

%

Beras

68

98.55

34

100

36

100

39

97.5

177

98.88

Jagung

1

1.45

 0

0

0

0

1

2.5

2

1.12

Jumlah

69

100

34

100

36

100

40

100

179

100

Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

Berdasarkan tabel 3.25 dapat di simpulkan bahwa distribusi KK berdasarkan jenis makanan pokok yang paling sering di konsumsi pada dusun Blok M yang sering mengkonsumsi beras 68 KK (98.55%) dan yang sering mengkonsumsi jagung yaitu 1 KK (1.45%). Dan pada dusun Bontula makanan pokok yang paling sering dikonsumsi adalah beras yaitu 34 KK (100%) , yang paling sering mengkonsumsi jagung tidak ada, Pada dusun Tangi yang paling sering mengkonsumsi beras sebagai makan pokok yaitu 36 KK ( 100%), yang mengkonsumsi jagung sebagai makanan pokok tidak ada, Pada dusun Niola paling sering mengkonsumsi beras sebagai makanan pokok  yaitu 39 KK (97.5%) dan yang mengkonsumsi jagung sebanyak 1 KK (2.5%).


 

Tabel 3.26

Ditribusi KK Berdasarkan Jenis Lauk-Pauk Yang Paling Sering Dikonsumsi

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Jenis lauk pauk yang sering dikonsumsi

Dusun

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

Ikan

26

37.68

15

44.12

29

80.56

15

37.5

85

47.49

Sayur

43

62.32

19

55.88

7

19.44

25

62.5

94

52.51

Jumlah

69

100

34

100

36

100

40

100

179

100

Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

Berdasarkan tabel 3.26 dapat di simpulkan  bahwa dari 179 KK yang ada di desa Masuru ada 85 KK  (47.49%) yang mengkonsumsi ikan sebagai lauk pauk, dan 94 (52.51%) yang mengkonsumsi sayur sebagai lauk pauk.

Tabel 3.27

Ditribusi KK Berdasarkan Jenis Sayuran Yang Paling Sering Dikonsumsi

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Jenis Sayuran Yang Sering Dikonsumsi

Dusun

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

Kangkung

60

86.96

31

91.18

30

83.33

32

80

153

85.47

Kol

2

2.9

1

2.94

0

0

1

2.5

4

2.23

Terong

4

5.8

0

0

0

0

1

2.5

5

2.79

Bayam

1

1.45

1

2.94

2

5.56

1

2.5

5

2.79

Jantung Pisang

1

1.45

1

2.94

1

2.78

4

10

7

3.91

Daun Ubi

0

0

0

0

1

2.78

0

0

1

0.56

Kacang Panjang

1

1.45

0

0

2

5.56

1

2.5

4

2.23

Jumlah

69

100

34

100

36

100

40

100

179

100

 Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

Tabel 3.27 Menunjukkan distribusi jenis sayuran yang paling sering di konsumsi oleh masyarakat desa Masuru paling banyak mengkonsumsi jenis sayur kangkung 153 KK (85.47%), jenis sayur kol 4 KK (2.23%), jenis sayur terong 5 KK (2.79%), sayur bayam 5 KK (2.79%), sayur jantung pisang 7 KK (3.91%), sayur daun ubi 1 KK (0.56%), dan sayur kacang panjang 4 KK (2.23%).

 


Tabel 3.28

Ditribusi KK Berdasarkan Penggunaan Garam Beryodium

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Penggunaan Garam Beryodium

Dusun

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

Ya

69

100

33

97

36

100

40

100

178

99,5

Tidak

 0

0

 1

3

0

0

0

0

 1

 0,5

Jumlah

69

100

34

100

36

100

40

100

179

100

Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

Berdasarkan Tabel 2.28, menunjukkan distribusi KK dalam hal penggunaan garam beryodium masyarakat Masuru sudah sangat baik karena semua KK menggunakkan garram beryodium yaitu sebanyak 179 KK (100%).

 

 


 

Tabel 3.29

Ditribusi Jumlah Balita

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Jumlah Balita

Jumlah

n

%

Dusun Blok M

27

42,19

Dusun Bonthula

10

15,63

Dusun Tangi

13

20,31

Dusun Niola

14

21,88

Jumlah

64

100

              Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

Berdasarkan Tabel 2.29, jumlah bayi terbanyak terdapat di Dusun Blok M yaitu 27 (42.19%) balita, dusun Niola sebanyak 14 (21.88%) balita, dusun Tangi 13 (20.31%), dan paling sedikit adalah dusun Bontula sebanyak 10 (15.63%).

 


 

Tabel 3.30

Ditribusi Balita Berdasarkan Penolong Persalinan

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Penolong Persalinan

Dusun

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

Dokter

 0

0

1

10

0

 0

 0

 0

1

1.56

Bidan

15

55.56

2

20

5

38.46

10

71.43

32

50

Perawat

3

11.11

1

10

2

15.38

3

21.43

9

14.06

Dukun

9

33.33

6

60

6

46.15

1

7.14

22

34.38

Jumlah

27

100

10

100

13

100

14

100

64

100

   Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

 

Berdasarkan Tabel 3.30, menunjukkan bahwa jumlah penolong persalinan yaitu 64 terbagi atas penolong persalinan seperti dokter yaitu 1 (1.56%), bidan yaitu 32 (50%), perawat yaitu 9 (14.06%), dan dukun yaitu 22 (34.38%).

 

 

 

 


 

Tabel 3.31

Ditribusi Balita Berdasarkan Pernah Tidaknya Dibawa Ke Posyandu

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Di Bawa ke Posyandu

Dusun

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

Ya

27

100

10

100

13

100

10

71.43

60

93.75

Tidak

 0

0

0

0

0

0

4

28.57

4

6.25

Jumlah

27

100

10

100

13

100

14

100

64

100

   Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

Berdasarkan Tabel 3.31, bayi yang paling banyak dibawah ke posyandu sebanyak 60 (93.75%), dan yang  tidak di bawa ke posyandu sebanyak  4 (6.25%). Ini menunjukkan bahwa kesadaran orang tua terhadap kesehatan anaknya sudah cukup baik karena dari 64 balita yang ada di desa Masuru ada 60 balita yang sering ke posyandu.

 

 

 

 

 

 

 


 

Tabel 3.32

Ditribusi Balita Berdasarkan Kepemilikan KMS

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Kepemilikan KMS

Dusun

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

Ada

26

96.30

6

60

10

76.92

9

64.29

51

79.69

Tidak Ada

1

3.70

4

40

3

23.08

5

35.71

13

20.31

Jumlah

27

100

10

100

13

100

14

100

64

100

    Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

Berdasarkan Tabel 3.32, menunjukkan bahwa dari 64 balita, terdapat 51 (79.69%) balita yang memiliki KMS dan sisanya yang berjumlah 13 (20.31%) balita tidak memiliki KMS.

Tabel 3.33

Distribusi Balita Berdasarkan Kelengkapan Imunisasi

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Kelengkapan Imunisasi

Dusun

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

Lengkap

15

55.56

3

30

5

38.46

4

28.57

27

42.19

Tidak Lengkap

12

44.44

7

70

8

61.54

10

71.43

37

57.81

Jumlah

27

100

10

100

13

100

14

100

64

100

Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

Berdasarkan Tabel 3.33, menunjukan bahwa bayi yang tidak lengkap dalam imunisasi sebanyak 37 (57.81%),sedangkan yang lengkap hanya sebanyak 27 (42.19%).

Tabel 3.34

Distribusi Balita Berdasarkan Pernah Tidaknya Di Susui

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Pernah Tidaknya Disusui

DUSUN

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

Pernah

21

77.78

10

100

11

84.62

13

92.86

55

85.94

Tidak Pernah

6

22.22

 0

0

2

15.38

1

7.14

9

14.06

Jumlah

27

100

10

100

13

100

14

100

64

100

Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

Berdasarkan Tabel 3.34, dari 64 balita di Desa Masuru menunjukkan bahwa jumlah balita yang pernah disusui adalah 55 (85.94%) balita. Sedangkan jumlah balita yang tidak pernah disusui adalah 9 (14.06%) balita.


 

Tabel 3.35

Distribusi Jumlah Ibu Hamil

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Jumlah Ibu Hamil

Jumlah

n

%

Dusun Blok M

3

30

Dusun Bontula

1

10

Dusun Tangi

4

40

Dusun Niola

2

20

Jumlah

10

100

               Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

Berdasarkan Tabel 3.35,  jumlah ibu hamil paling banyak yaitu dusun Tangi sebanyak 4 orang 40%, sedangkan paling sedikit di dusun Bontula sebanyak 1 orang dengan Persentase 10%.


 

Tabel 3.36

Distribusi Ibu Hamil Berdasarkan Ukuran Lila

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Ukuran LILA

Dusun

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

<23,5

 0

0

0

 0

0

0

1

50

1

10

≥23,5

3

100

1

100

4

100

1

50

9

90

Jumlah

3

100

1

100

4

100

2

100

10

100

        Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

Berdasarkan Tabel 3.36, menunjukkan bahwa dari 32 ibu hamil di desa Masuru yang tersebar di empat dusun terdapat 1 (10%) ibu hamil yang memiliki ukuran LILA < 23.5, sedangkan ibu hamil yang memiliki ukuran LILA >= 23.5 berjumlah 9 (90%).

Tabel 3.37

Distribusi KK Yang Mengikuti Program KB

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Program KB

Dusun

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

Ya

35

50,7

18

52,9

16

44,5

16

22,8

85

47,5

Tidak

34

49,3

16

47,1

20

55,5

54

77,2

94

52,5

Jumlah

69

100

34

100

36

100

70

100

179

100

Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

 

Berdasarkan Tabel 3.37, menunjukkan bahwa jumlah ibu yang mengikuti program KB sebanyak 85 orang dengan Persentase 47,5%, sedangkan yang tidak mengikuti program KB sebanyak 94 orang dengan Persentase 52,5%.

Tabel 3.38

Distribusi Peserta KB Berdasarkan Tempat Pelayanan KB

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

Juni-Juli 2012

Tempat Pelayanan KB

DUSUN

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

Puskesmas/Pustu

2

5.71

6

33.33

5

31.25

4

25

17

20

Posyandu

2

5.71

0

0

1

6.25

0

 0

3

3.53

Rumah Bidan/perawat

18

51.43

9

50

10

62.5

9

56.25

46

54.12

Warung

13

37.14

3

16.67

 0

0

3

18.75

19

22.35

Jumlah

35

100

18

100

16

100

16

100

85

100

Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

 

Berdasarkan Tabel 3.38, tempat pelayanan KB yang paling banyak yaitu di rumah bidan sebanyak 46 orang dengan Persentase 54.12%.dan yang paling sedikit di Posyandu  sebanyak 3 orang dengan Persentase 3.53.


 

Tabel 3.39

Distribusi Peserta KB Berdasarkan Metode KB Yang Di Gunakan

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Metode KB yang Digunakan

DUSUN

 

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

Jumlah

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

IUD/Spiral

 0

 0

 0

0

0

0

0

0

0

0

Suntik

3

8.57

5

27.78

3

18.75

2

12.5

13

15.29

Implant/Susuk

5

14.29

4

22.22

7

43.75

3

18.75

19

22.35

Pil KB

27

77.14

9

50

6

37.5

11

68.75

53

62.35

Jumlah

35

100

18

100

16

100

16

100

85

100

Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

 

Berdasarkan  Tabel 3.39, menunjukkan bahwa metode KB yang di gunakan oleh peserta KB seperti suntik yaitu 13 (15.29%), metode Implant/susuk yaitu 19 (22.35%), metode pil KB yaitu 53 (62.35%), sedangkan metode IUD/Spiral tidak ada.


 

Tabel 3.40

Distribusi RT Berdasarkan Ada Tidaknya Perokok Dalam Rumah

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Keberadaan Perokok

Dusun

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

Ada

42

91,3

 25

 96,2

 21

87,5

29

 96,67

117

92,85

Tidak Ada

 4

8,7

1

3,8

3

12,5

1

 3,33

9

7,15

Jumlah

 46

100

 26

 100

 24

 100

 30

 100

126

 100

Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

Berdasarkan Tabel 3.40, dari 233 KK di desa Masuru yang tersebar di lima dusun, kelompok yang merokok berjumlah 227 (97.4%) sedangkan kelompok yang tidak merokok berjumlah 6 (2.6%).

 

 

 

 

 

 

 

 


 

                                                            Tabel 3.41

Distribusi KK Berdasarkan Rata-rata Pendapatan Per-Bulan

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Rata – Rata Pendapatan Perbulan

Dusun

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

<300.000

18

26.09

6

17.65

15

41.67

11

27.5

50

27.93

300.000-500.000

26

37.68

15

44.12

14

38.89

24

60

79

44.13

550.000-1.000.000

17

24.64

7

20.59

5

13.89

5

12.5

34

18.99

>1.000.000

8

11.59

6

17.65

2

5.56

 0

 0

16

8.94

Jumlah

69

100

34

100

36

100

40

100

179

100

Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

Berdasarkan Tabel 3.41, menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata perbulan tiap KK di desa Masuru < Rp 300.000 yaitu 50(27.93%), pendapatan Rp 300.000 – Rp 500.000 yaitu 79(44.13%), pendapatan Rp 550.000 – Rp 1.000.000 yaitu 34 (18,99%), pendapatan > Rp 1.000.000 yaitu 16(8.94%).

 

 

 

 

 


 

Tabel 3.42

Distribusi KK Berdasarkan Kepemilikan Jaminan Kesehatan

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Kepemilikan Jaminan Kesehatan

Dusun

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

Ada

38

55.07

25

73.53

27

75

24

60

114

63.69

Tidak Ada

31

44.93

9

26.47

9

25

16

40

65

36.31

Jumlah

69

100

34

100

36

100

40

100

179

100

Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

Berdasarkan Tabel 3.42, menunjukkan warga yang memiliki Jaminan Kesehatan sebanyak 114 orang dengan Persentase 63.69%, dan yang tidak memiliki jaminan kesehatan sebanyak 65 orang dengan Persentase 36.31%.

  1. B.     PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil data primer yang diperoleh dari masyarakat Desa Masuru dan setelah dilakukan pengolahan data maka dapat di uraikan beberapa variabel penting yang terdapat dalam kuisioner, yaitu sebagai berikut :

  1. 1.      Data Responden
    1. a.      Karakteristik Penduduk

Didesa Masuru jumlah penduduknya sebanyak 675 jiwa dengan 126 Kepala Rumah Tangga dan 179 Kepala Keluarga yang tersebar di empat dusun. Dusun Blok M memiliki penduduk paling banyak sejumlah 251 jiwa dengan 45 kepala rumah tangga dan 69 kepala keluarga, dusun Niola sebanyak 164 jiwa dengan 30 kepala rumah tangga dan 40 kepala keluarga, dusun Tangi sebanyak 139 jiwa dengan 25 kepala rumah tangga dan 36 kepala keluarga. Dan yang paling sedikit penduduknya adalah dusun bonthula sebanyak 121 jiwa dengan 26 kepala rumah tangga dan 34 kepala keluarga,. Dari 675 jiwa masyarakat di desa Masuru terbagi atas berbagai  jenis pekerjaan, dimana 142 (21,04%) jiwa bekerja sebagai petani, 11 (1,63%) jiwa bekerja sebagai petani penggarap, 11 (1,63%) jiwa bekerja sebagai pedagang, 12 (1,78%) jiwa bekerja sebagai  buruh harian, 1 (0,15%) jiwa bekerja sebagai PNS/TNI/POLRI, 4 (0,59%) jiwa bekerja sebagai pegewai swasta, 4 (0,59%) jiwa bekerja sebagai tukang bentor, 3 (0,44%) jiwa bekerja sebagai tukang kayu, 23 (3,41%)  jiwa bekerja sebagai  wiraswasta, 157 (23,26%)  jiwa bekerja sebagai IRT, 35 (5,19%) jiwa tidak bekerja, 254 (37,63%) belum bekerja, dan 18 (2,67%) terbagi pada beberapa pekerjaan lainnya seperti pekerja tambang, honorer dll. Sedangkan dari 675 jiwa masyarakat di desa Masuru pendidikan terakhir dimana ada 30 (4,44%) jiwa tidak penah sekolah, 160 (23,70%) jiwa tidak tamat SD, 334 (49,48%) jiwa Tamat SD/ MI, 35 (5,19%) jiwa SMP/MTS, 16 (2,37%) jiwa  SMA/MA, 5 (0,74%) jiwa Perguruan Tinggi, 95 (14,07%) belum sekolah.

  1. b.      kebiasaan merokok

Berdasarkan data yang diperoleh menunjukan bahwa terdapat banyak kepala keluarga yang masih banyak merokok. Hal ini disebabkan oleh adanya gaya hidup serta kebiasaan masyarakat yang mengatakan rokok adalah salah satu kebutuhan dari sehari –hari ini disebabkan kerena adanya kurang pengetahuan masyarakat tentang dampak dan bahaya yang akan ditimbulkan oleh adanya kebiasaan merokok sehari –hari.

  1. Data bayi / Balita

Untuk data bayi atau balita mengenai pemberian ASI esklusif , itu sebagian besar mendapatkan ASI esklusif. Dimana 55 (85,94%) balita mendapatkan ASI esklusif sedangkan 9 (14,06%) balita tidak pernah mendapatkan ASI esklusif. Hal ini menunjukan tingkat pengetahuan ibu dan tingkat kesadaran orang tua terhadap pamberian ASI sudah meningkat.

Berdasarkan pada pendatan menurut pemberian imunisasi pada seluruh bayi yang ada di desa Masuru sebagian besar sudah mendapatkan imunisasi secara lengkap. Dimana 27 (42,19%) balita yang mendapatkan imunisasi lengkap sedangkan 37 (57,81%) balita yang mendapatkan imunisasi tidak lengkap. Hal ini  disebabkan adanya faktor ibu yang sering lupa membawa anaknya ke posyandu untuk mendapatkan imunisasi. Pada data kepemilikan KMS sudah banyak anak – anak yang nempunyai  KMS ini disebabkan adanya perhatian orang tua terhadap kesehatan anaknya.

  1. 3.      Pola Makan

Berdasarkan hasil pendataan sebagian besar menu makanan keluarga di Desa Masuru itu yaitu mengkonsumsi nasi, lauk pauk, dan sayur. Dilihat dari frekuensi makan keluarga 1-2 kali yaitu 20 (11,17%) dan frekuensi makan 3-4 kali yaitu 159 (88,83%).

  1. 4.      Kesehatan Lingkungan
    1. a.      Perumahaan

Dari data yang diperoleh untuk status kepemilikan rumah sebagian kepala rumah tangga menempati rumah sendiri tapi masih ada juga yang menempati rumah orang lain. Kemudian pada jenis rumah yang jenis bangunanya rumah permanen yaitu sudah sebagian besar dari pada masyarakat yang masih memilki jenis rumah yang semi permanen. Hal ini disebabkan adanya beberapa faktor diantaranya faktor ekonomi dimana sesuai dengan tingkat penghasilan yang masih rendah oleh sebab itu sebagian penduduk rumahnya masih banyak yang semi permanen.

Sementara itu untuk pencahayaan  pada siang hari seluruh rumah sudah menggunakan pencahayaan. Hal ini disebabkan adanya hampir seluruh rumah sudah memiliki ventilasi untuk pencahayaan.

  1. b.       Sarana Air Bersih.

Berdasarkan data yang diperoleh Untuk sarana air bersih Desa Masuru yang ada sarana air bersih memenuhi syarat sebanyak 17 (13,5%) RT dan sebanyak 109 (86,5%) RTyang tidak memenuhi syarat.

Untuk jenis sarana air bersih di desa Masuru dimana ada 57 (45,2%)  RT yang menggunakan sumur permanen, 9 (7,1%) RT yang menggunakan sumur tidak permanen, 7 (5,6%) RT yang menggunakan mata air, 4 (3,2%) RT menggunakan Air Aqua isi ulang, dan 49 (38,9%) RT yang menggunakan Empang/sungai/waduk.

Untuk jarak sumber air bersih dari rumah sebagian besar masih sangat berdekatan. Sedangkan pengolahan air bersih yaitu  dengan cara dimasak dulu sebelum dikonsumsi.

  1. c.        Jamban Keluarga.

Untuk kepemilikan jamban, ada 2 RT atau 1,6% yang sudah memiliki jamban sedangkan yang tidak memiliki jamban ada 124 RT atau 98,4%, dan bagi masyarakat yang tidak memiliki jamban mereka menggunakan MCK dan buang air di sungai, tetapi ada juga yang buang air besar di semak-semak. Hal ini disebabkan karena kurang pahamnya masyarakat tentang kesehatan lingkungan dan tidak adanya fasilitas penunjang kesehatan sehingga masyarakat masih sering buang air besar disembarang tempat.

  1. d.      Pembuangan Sampah

Untuk sarana pembuangan sampah bahwa dari 126 RT terdapat 10 (7,9%)  RT yang memiliki tempat pembuangan sampah, sedangkan yang tidak memiliki tempat pembuangan sampah sebanyak 116 (92,1%) RT, dimana sampah yang dihasilkan di kumpul dan langsung dibakar. Selain itu ada juga sampah yang hanya dibuang di sungai, sekitar rumah, dan kebun hal ini menunjukan bahwa masyarakat yang ada di desa masuru masih belum sadar terhadap pentingnya kebersihan lingkungan

  1. e.       Saluran Pembuangan Air Limbah

Untuk pembuangan air limbah jumlah kepala keluarga yang menggunakan penampungan / peresapan adalah 4 (3,2%) RT, yang menggunakan got berjumlah 21 (16,7%) RT, yang dibuang ke sungai/pantai berjumlah 68 (53,9%) RT, yang membuang air limbah di sekitar rumah berjumlah 23 (18,3%) RT, dan yang dibuang ke sawah/kebun berjumlah 10 (7,9%) RT.

  1. f.     Pemanfaatan Sarana Kesehatan

Untuk pemanfaatan sarana kesehatan sebagian besar berobat ke PUSKESMAS dan untuk anak-anak yang di imunisasi mereka dibawa ke posyandu.

  1. C.     Kegiatan

Jenis kegiatan yang dilaksanakan Posko XVII di Desa Masuru selama 14 hari (2 minggu).

  1. Rabu,  27 Juni 2012
    1. Pukul 17.00 WITA mahasiswa bersama kepala dusun melakukan observasi lapangan dengan tujuan untuk mengetahui keadaan lokasi desa yang akan di data, baik di dusun Blok M, Tangi, Bonthula dan Niola. Sekaligus untuk mengetahui letak kantor desa.
    2. Pukul 19.WITA mahasiswa membuat Ghant Chart dan Poa bersama-sama di posko.
    3. Kamis, 28 Juni 2012
      1. Pukul 11.00 WITA mahasiswa melakukan persiapan dalam rangka mengadakan sosialisasi bersama masyarakat di kantor desa.
      2. Pukul 14.00 WITA mengadakan sosialisasi dengan masyarakat desa dengan tujuan untuk mengemukakan tujuan PBL 1 sekaligus perkenalan mahasiswa dengan masyarakat.
      3. Jumat, 29 Juni 2012
        1. Pukul 17.00 wita mahasiswa melakukan pendataan di desa yang terbagi atas empat dusun dengan tujuan untuk mengetahui jumlah anggota keluarga pada masing-masing rumah tangga dan sekaligus untuk mengetahui perilaku positif dan negatif masyarakat.
        2. Sabtu, 30 Juni 2012
          1. Pukul 09.00 WITA mahasiswa melakukan Cleaning data yang di dapatkan dari hasil wawancara dengan masyarakat desa.
          2. Kamis, 5 Juli 2012
            1. Pukul 10.00 WITA mahasiswa melakukan tabulasi data yang di dapatkan dari hasil wawancara dengan masyarakat desa, serta mempresentasikan masalah kesehatan yang di temukan.
            2. Minggu, 8 Juli 2012
              1. Pukul 11.00 WITA mahasiswa mempersiapkan kegiatan seminar akhir di kantor desa.
                1. Pukul 15.00 WITA mahasiwa mengadakan seminar akhir di kantor desa bersama masyarakat untuk memaparkan hasil dari PBL 1 sekaligus penentuan prioritas masalah yang di temukan dan mendiskusikan pemecahan masalahnya.
                2. Senin, 9 Juli 2012
                  1. Pukul 07.00 WITA mengadakan Kerja Bakti bersama dengan masyarakat yang ada di desa Masuru.
              2. D.     Faktor Pendukung dan Penghambat
              3. Faktor Pendukung

Adapun yang merupakan faktor pendukung selama kegiatan PBL I di Desa Masuru adalah :

v  Adanya kerjasama yang baik serta dukungan dari seluruh aparat pemerintah setempat khususnya Kepala Desa Masuru ( Bapak ), dan Keluarga Ibu Rani, aparat desa, tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh agama, LPM, dan karang taruna serta semua masyarakat Desa Masuru.

v  Tersediannya rumah tempat tinggal  (POSKO) yang aman dan nyaman, dan penerimaan serta pelayanan yang baik dari seluruh warga desa.

v  Adanya bimbingan dan arahan serta petunjuk dari dosen pembimbing.

v  Adanya masukan dan saran dari masyarakat yang telah membantu kami dalam menentukan priorotas masalah serta bersama-sama dengan kami merumuskan alternatif pemecahan masalah.

v  Tersedianya data sekunder dari Desa yang kami jadikan sebagai acuan serta sebagai pembanding dengan dengan data yang kami peroleh.

v  Kerja sama dan solidaritas yang tinggi dari semua anggota kelompok.

  1. Faktor Penghambat

Minimnya penguasaan bahasa daerah Gorontalo dari peserta PBL, sehingga sulit untuk berkomunikasi dengan responden.

Letak rumah yang sulit dijangkau, terutama rumah yang letaknya di daerah pegunungan.

Adanya masyarakat yang tidak memberikan keterangan sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Masyarakat yang tidak ada di tempat pada saat melakukan pendataan

BAB IV

IDENTIFIKASI DAN PRIORITAS MASALAH KESEHATAN

 

  1. A.    Identifikasi Masalah Kesehatan

Dari kegiatan pendataan yang dilakukan di Desa Masuru selama 5 hari, di peroleh beberapa masalah kesehatan. Dimana hasil rumusan identifikasi masalah tersebut merupakan masalah yang kami anggap sebagai suatu hal yang sangat penting berdasarkan pendapat kami yang mengacu pada hasil pendataan yang kami peroleh.

Adapun masalah-masalah yang kami temukan adalah :

  1. 1.      Saluran pembuangan Air Limbah

Tabel 4.1

Ditribusi RT Berdasarkan Tempat Membuang Air Limbah

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

Tempat Pembuangan Air Limbah

Dusun

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

Penampungan/Peresapan

1

2,22

1

3,84

2

8

0

0

4

3,2

Got

6

13,33

5

19,23

5

20

5

16,7

21

16,7

Sawah/kebun

4

8,9

0

0

2

8

4

13,3

10

7,9

Sungai/pantai

29

64,44

18

69,23

8

32

13

43,3

68

53,9

Sekitar rumah

5

11,11

2

7,69

8

32

8

26,7

23

18,3

Jumlah

45

100

26

100

25

100

30

100

126

100

Berdasarakan Tabel diatas menunjukkan bahwa jumlah Rumah Tangga berdasarkan tempat pembuangan air limbah yang menggunakan penampungan / peresapan adalah 4 ( 3,2%) RT, yang menggunakan got berjumlah 21 (16,7%) RT, yang dibuang ke sawah/kebun sebanyak 10 (7,9%) RT, yang membuang air limbah di sungai/pantai berjumlah 68 (53,9%) RT, dan yang membuang air limbah di sekitar Rumah berjumlah 23 (18,3%) RT.


  1. 2.      Sarana Pembuangan Sampah

Tabel 4.2

Ditribusi RT Berdasarkan Kepemilikan Tempat Pembuangan Sampah

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

 

Kepemilikan TPS

Dusun

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

Ada

1

2.2

2

7,7

0

0

7

23,3

10

7,9

Tidak ada

44

97,8

24

92,3

25

100

23

76,7

116

92,1

Jumlah

45

100

26

100

25

100

30

100

126

100

Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

Berdasarkan Tabel 4.2,  dapat dilihat bahwa Rumah Tangga yang memiliki tempat pembuangan sampah di Desa Masuru sebanyak 10 (6.70%) RT, sedangkan yang tidak memiliki tempat pembuangan sampah sebanyak 167 (93.30%) RT.

  1. Sarana Kepemilikan Jamban

Tabel 4.3

Ditribusi Kepala Keluarga Berdasarkan Kepemilikan Jamban

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

Juli 2012

 

KEPEMILIKAN JAMBAN

Dusun

Jumlah

Blok M

Bontula

Tangi

Niola

n

%

n

%

n

%

n

%

n

%

Ada

0

0

0

0

1

4

1

3,3

2

1,6

Tidak Ada

46

100

26

100

24

96

29

96,7

124

98,4

Jumlah

45

100

26

100

25

100

30

100

126

100

        Sumber : Data Primer, Juni-Juli 2012

 

Berdasarkan tabel diatas, jumlah Rumah Tangga berdasarkan ada tidaknya kepemilikan jamban adalah 126 RT, dimana 2 (1,6%) RT memiliki jamban dan 124 (98,4%) KK tidak memiliki jamban.

  1. B.     Prioritas Masalah Kesehatan

Dari beberapa masalah yang kami temukan dalam identifikasi masalah, langkah selanjutnya adalah menentukan prioritas masalah. Dalam hal ini kami melibatkan langsung masyarakat dan para aparat desa dalam suatu kegiatan diskusi seminar hasil survei kami di lapangan untuk menentukan prioritas masalah selain masalah yang kami temukan berdasarkan data yang kami peroleh juga masalah yang dirasakan sendiri oleh masyarakat. Dari hasil musyawarah di harapkan dapat dirumuskan alternatif pemecahan masalah tersebut.Masalah-masalah yang menjadi prioritas tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.4 :

 


 

Tabel 4.4

Prioritas Masalah Kesehatan

Di Desa Masuru Kecamatan Kwandang

2012

 

No.

Masalah

Magnitude

Severity

Vulnerability

Cost

Public Concern

Total

1.

Sebanyak  99,44% yang tidak memiliki jamban

xxxxx

xxxxx

xxxxx

xxxxx

xxxxx

3.125

2.

Sebanyak  100%  yang tidak memiliki SPAL

xxxxx

xxx

xxxx

xxxx

xx

480

3.

Sebanyak  93,30 % yang tidak memiliki sarana pembuangan sampah (TPS).

xxxx

xxx

X

xxx

xx

72

4.

Sebanyak 89,39% sumber air minum yang tidak memenuhi syarat kesehatan

xxxx

xxxx

xxx

xxxx

xx

384

 

Keterangan :

Besarnya suatu masalah ( Magnitude), yaitu seberapa besar masalah menimpa suatu masyarakat atau seberapa besar masyarakat yang tertimpa masalah tersebut.

Derajat keparahan masalah (Severity), yaitu seberapa besar dampak yang ditimbulkan atau seberapa besar pengaruhnya terhadap masalah kesehatan

Tingkat penanggulan ( Vulnurability), yaitu ada atau tidaknya penaggulangan yang efektif atau alternatif pemecahan yang ditawarkan oleh masyarakat.

Biaya (cost), yaitu seberapa besar biaya yang di butuhkan untuk melakukan penaggulangan masalah tersebut.

Dukungan Publik (Publik Conccern), yaitu perhatian dari masyarakat terhadap masalah yang di hadapi.

Masalah dengan magnitude (M) tinggi skor 5 dan yang terendah diberi di beri skor 1, demikian halnya untuk Severity (S), Vulnerability (V) dan Public Concern (P). Namun khusus untuk Cost (C), semakin besar biaya yang di perlukan semakin kecil atau rendah untuk pemberian skor begitupun sebaliknya.

Dari tabel prioritas masalah di atas dapat ditentukan secara berurutan bahwa yang menjadi prioritas utama adalah sebagai berikut:

  1. Sarana Penggunaan Jamban
  2. Sumber air minum yang memenuhi syarat kesehatan
  3. Saluran Pembuangan Air limbah
  4. Sarana Pembuangan sampah
  1. C.    Pemecahan Masalah
  2. 1.      Masalah Jamban Keluarga

Untuk kepemilikan jamban, ada 2 Rumah Tangga atau 1,6% yang sudah memiliki jamban sedangkan yang tidak memiliki jamban ada 124 Kepala Keluarga atau 98,4%, dan bagi masyarakat yang tidak memiliki jamban mereka menggunakan MCK dan menggunakan WC tetangga, tetapi ada juga yang buang air besar di semak-semak. Hal ini disebabkan karena kurang pahamnya masyarakat tentang kesehatan lingkungan.

Alternatif Pemecahan Masalah :

Memberikan penyuluhan tentang pentingnya kepemilikan jamban keluarga serta dampak yang ditimbulkan dari perilaku buang air besar disembarang tempat.

Membuat Jamban Percontohan.

  1. 2.      Masalah Saluran  Pembuangan Air Limbah (SPAL)

Berdasarkan hasil pendataan sebanyak 100 % rumah yang ada di Desa Masuru tidak memiliki SPAL, hal ini di sebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan masih kurang sehingga limbah yang di hasilkan seperti mencuci, mandi dan sebagainya hanya di buang disembarang tempat dan kepedulian terhadap hal tersebut tidak ada.

Alternatif Pemecahan Masalah

Memberikan penyuluhan tentang pentingnya SPAL bagi setiap rumah tangga serta dampak yang nantinya akan di timbulkan terutama bagi kesehatan penghuni rumah.

Membuat SPAL percontohan yang sesuai atau yang memenuhui syarat kesehatan.

  1. 3.      Masalah Tempat Pembuangan Sampah

Dari data yang diperoleh menunjukan bahwa masih banyak rumah tangga yang membuang sampah disembarang tempat, hal ini disebabkan oleh tidak adanya tempat pembuangan sampah. Disamping itu kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan serta kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai dampak yang nantinya akan di timbulkan bagi kesehatan.

Alternatif Pemecahan Masalah :

Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya serta dampak yang di timbulkan dari perilaku yang membuang sampah disembarang tempat.

Membuat tempat sampah percontohan.


BAB V

PENUTUP

 

  1. A.     Simpulan
  2. Didesa Masuru jumlah penduduknya sebanyak 675 jiwa dengan 126 Kepala Rumah Tangga dan 179 Kepala Keluarga yang tersebar di empat dusun. Dusun Blok M memiliki penduduk paling banyak sejumlah 251 jiwa dengan 45 kepala rumah tangga dan 69 kepala keluarga, dusun Niola sebanyak 164 jiwa dengan 30 kepala rumah tangga dan 70 kepala keluarga, dusun Tangi sebanyak 139 jiwa dengan 25 kepala rumah tangga dan 36 kepala keluarga, dan yang paling sedikit dusun Bonthula sebanyak 121 jiwa dengan 26 kepala rumah tangga dan 34 kepala keluarga.
  3. Berdasarkan tingkat pendidikan msyarakat desa Masuru yang berjumlah 675 jiwa dimana ada 30 (4.44%) jiwa tidak penah sekolah, 160 (23.70%) jiwa tidak tamat SD, 334 (49.48%) jiwa Tamat SD/ MI, 35 (5.19%) jiwa SMP/MTS, 16(2.37%) jiwa  SMA/MA, 5 (0.74%) jiwa Perguruan Tinggi, 95 (14.07%) belum sekolah. Hal ini disebabkan karena sebagian besar masing – masing kepala keluarga memiliki penghasilan yang masih sangat rendah sehingga tidak dapat mencukupi untuk biaya pendidikan.
  4. Untuk kebiasaan merokok menunjukan bahwa terdapat banyak kepala keluarga yang masih banyak merokok. Hal ini disebabkan oleh adanya gaya hidup serta kebiasaan masyarakat yang mengatakan rokok adalah salah satu kebutuhan dari sehari –hari ini disebabkan kerena adanya kurang pengetahuan masyarakat tentang dampak dan bahaya yang akan ditimbulkan oleh adanya kebiasaan merokok sehari –hari.
  5. Untuk data bayi atau balita mengenai pemberian ASI esklusif , itu sebagian besar mendapatkan ASI esklusif. Hal ini menunjukan tingkat pengetahuan ibu dan tingkat kesadaran orang tua terhadap pamberian ASI .
  6. Untuk data kepemilikan KMS sudah banyak anak – anak yang nempunyai  KMS ini disebabkan adanya perhatian orang tua terhadap kesehatan anaknya
  7. Sebagian besar menu makan keluarga di Desa Masuru itu yaitu mengkonsumsi nasi, lauk pauk, dan sayur. Dilihat dari frekuensi makan keluarga 1-2x yaitu 20 (11.17%) dan frekuensi makan 3-4x yaitu 159 (88.83%).
  8. Untuk status kepemilikan rumah Dari data yang diperoleh sebagian kepala rumah tangga menempati rumah sendiri tapi masih ada juga yang menempati rumah orang lain. Kemudian pada jenis rumah yang jenis bangunanya rumah permanen yaitu sudah sebagian besar daripada masyarakat yang masih memilki jenis rumah yang semi permanen. Hal ini disebabkan adanya beberapa faktor diantaranya faktor ekonomi dimana sesuai dengan tingkat penghasilan yang masih rendah oleh sebab itu sebagian penduduk rumahnya masih banyak yang semi permanen.
  9. Untuk sarana air bersih Desa Masuru yang ada sarana air bersih memenuhi syarat sebanyak 17 rumah atau 13,5% dan sebanyak 109 atau 86,5% yang tidak memenuhi syarat.
  10. Untuk kepemilikan jamban, ada 2 rumah atau 1,6% yang sudah memiliki jamban sedangkan yang tidak memiliki jamban ada 124 rumah atau 98,4%, dan bagi masyarakat yang tidak memiliki jamban mereka menggunakan MCK dan menggunakan WC tetangga, tetapi ada juga yang buang air besar di semak-semak. Hal ini disebankan karena kurang pahamnya masyarakat tentang kesehatan lingkungan.
  11. Untuk sarana pembuangan sampah bahwa dari 126 rumah terdapat 10 (7,9%) rumah memiliki tempat pembuangan sampah, sedangkan yang tidak memiliki tempat pembuangan sampah sebanyak 116 (92,1%), dimana sampah yang dihasilkan di kumpul dan langsung dibakar hal ini menunjukan adanya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
  12. Untuk pembuangan air limbah rumah yang menggunakan penampungan / peresapan adalah 4 (3,2%) rumah, yang menggunakan got berjumlah 21 (16.7%) rumah, yang dibuang ke sungai/pantai berjumlah 68 (53,9%) rumah, yang membuang air limbah di sekitar rumah berjumlah 23 (18,3%) rumah, dan yang membuang air limbah ditempat lainnya (sawah/kebun) berjumlah 10 (7,9%) rumah.
  13. Untuk pemanfaatan sarana kesehatan sebagian besar berobat ke PUSKESMAS dan untuk anak-anak yang di imunisasi mereka dibawa memanfaatkan sarana kesehatan yaitu posyandu.
  1. B.     Saran
    1. Untuk seluruh masyarakat di Desa Masuru Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara diharapkan agar memperhatikan kesehatan lingkungan karena hal ini dapat berpengaruh pada kesehatan agar tidak mudah terserang berbagai macam penyakit.
    2. Diharapkan pada pemerintah setempat yang ada di Desa Masuru agar dapat bekerja sama guna membangun desa yang sehat guna mencapai Derajat Kesehatan yang setinggi-tingginya.

DAFTAR PUSTAKA

  1. 1.      Data Register Penduduk Tahun 2010. Desa Masuru : Gorontalo Utara
  2. 2.      Kelompok I. 2007. Laporan Akhir Pelaksanaan Kegiatan Belajar Lapangan I Desa Duano, Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango. Gorontalo, Universitas Negeri Gorontalo.
  3. 3.      Tim Penyusun. 2012. Panduan dan Jurnal Pengalaman Belajar. Gorontalo, Kesmas UNG.
  4. 4.      Profil Desa Tunggulo Selatan Tahun 2010. Desa Masuru : Gorontalo Utara.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s